Langsung ke konten utama

Painting Exhibition

PAMERAN LUKISAN

SYMPHONY PARAHYANGAN”

BALE SENI BARLI-KOTA BARU PARAHYANGAN

6 – 18 FEBRUARI 2009

DI THE JAPAN FOUNDATION JAKARTA

Kiprah berkesenian yang semakin meningkat di masyarakat dewasa ini memberikan dampak positif bagi perkembangan Seni Rupa Indonesia. Hal ini di sebabkan oleh semakin tingginya apresiasi yang tumbuh di masyarakat dan semakin seringnya pameran yang diadakan, maka semakin meningkat pula peluang masyarakat untuk meningkatkan wawasan seninya.

Mengiringi “50 Tahun Persahabatan Indonesia Jepang” serta “Mengenang 2 tahun wafatnya maestro pelukis Barli Sasmitawinata (Alm)” , Bale Seni Barli-Kota Baru Parahyangan menggelar pameran bertajuk “Symphony Parahyangan” yang merupakan salah satu wujud kerjasama dengan The Japan Foundation Jakarta dalam bidang kebudayaaan sebagai usaha memajukan saling pengertian melalui pengenalan seni budaya. Melalui pameran lukisan “Symphony Parahyangan” dan kegiatan workshop, Bale Seni Barli – Kota Baru Parahyangan turut serta dalam memperkenalkan seni dan budaya Indonesia kepada masyarakat Jepang yang berada di Indonesia.

Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki budaya luhur yang telah berkembang berabad-abad sebelumnya, dimana melalui perkembangan budayanya seseorang dapat mencurahkan perasaan serta inspirasinya dalam berbagai bentuk seni, antara lain seni lukis.

Di dalam perspektif yang lebih luas, sebuah lukisan yang baik tidak hanya memperkenalkan sosok pelukisnya, namun juga dapat mengangkat citra bangsanya di mata dunia. Karena itu melukis sebagai kegiatan budaya haruslah didukung dan diperkuat oleh berbagai pihak yang peduli pada kebudayaan dan citra bangsa.

Pameran lukisan berlangsung pada tanggal 6 – 18 Februari 2009 (pukul 10.00 – 17.00 WIB, Sabtu - Minggu dan Hari Besar Tutup). Pembukaan pameran akan diselenggarakan pada :

Hari / Tanggal : Jumat, 6 Februari 2009

Pukul : 19.30 WIB di Hall Japan Foundation, Gedung Summitmas I

Lt. 2 dan 3, Jl. Jend. Sudirman Kav. 61 – 62

Jakarta Selatan – 12190

Dibuka Oleh : Bapak Tjetjep Suparman

Dirjen Nilai Budaya Seni dan Film

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata

Pada hari kamis, tanggal 12 Februari 2009 akan diselenggarakan workshop melukis diatas kaca, melukis diatas gerabah dan membuat batik ikat celup. Gratis, dan peserta terbatas. Hasil dari workshop dapat di bawa pulang.

Jadwal Workshop : Melukis Gerabah 10.00 – 11.30 WIB

Melukis Kaca 13.30 – 15.00 WIB

Batik Ikat Celup 15.30 – 17.00 WIB

Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi :

· Ratri : 021 – 5201266, The Japan Foundation, Jakarta.

· Diana / Trie : Bale Seni Barli. Jl. Parahyangan KM 1,2 Kota Baru Parahyangan,

Padalarang, Kab.Bandung Barat – 40553. Telp / Fax : 022 – 6803007


by Regina.BSB

Komentar

senirupa mengatakan…
Barli adalah salahsatu tokoh senirupa yg sangat berpengaruh dalam perkembangan seni lukis indonesia,. pendidik sekaligus seniman yang bisa menjadi panutan..
salam : senirupa

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Barli

Sejarah singkat tentang Barli KINI, di Bandung ada banyak bangunan-bangunan peninggalan zaman Belanda yang dilindungi Undang-Undang Cagar Budaya, agar tidak dirusak oleh masyarakat. Tapi, jika masyarakat ingin mengetahui apa dan bagaimana aktivitas orang-orang Belanda di Kota Bandung ketika itu, di museum mana kita bisa mendapatkan data-data tentang itu semua? DALAM bidang seni rupa misalnya, ada banyak kalangan kritikus seni rupa yang mengatakan bahwa perkembangan dan pertumbuhan seni rupa modern di Indonesia dimulai dari Bandung. Tapi soalnya kemudian, adakah di Bandung sebuah museum seni rupa yang bisa menjelaskan semua itu dengan tuntas? Pertanyaan semacam itu sangat mudah dijawab bahwa di Bandung ada Selasar Sunaryo Art Space, yang memamerkan karya-karya seni rupa kontemporer dari pelukis Sunaryo dan Museum Barli yang memamerkan karya-karya lukisan dari pelukis Barli Sasmitawinata, itu semua dibangun secara swadaya alias dari kocek para senimannya. Demikian juga dengan adanya...

Rincian Program Kunjungan ke Bale Seni Barli

Wisata Seni Bale Seni Barli klik untuk  info via WA Bale Seni Barli Angklung Interaktif Foto Kegiatan di Bale Seni Barli Program Kunjungan Terpadu   (Puspa Iptek Sundial dan Bale Seni Barli) Durasi Kunjungan setiap lokasi Lokasi Kegiatan Durasi Bale Seni Barli Angklung Interaktif ± 30 menit Batik Ikat Celup ± 60 menit Kaos Ikat celup ± 90 menit Lukis Payung ± 90 menit Lukis Kaca ± 60 menit Lukis Gerabah ± 60 menit Lukis Kaos ± 90 menit Lukis Celengan ± 60 menit Lukis Wooden Toys ± 60 menit Lukis Tambur ± 60 menit Lukis Sepatu ± 90 menit Lukis Kanvas ± 90 menit Lukis Tas ± 90 menit Berkreasi dengan T...

What, How and Where is Angklung

Angklung is musical instrument made from bamboo. It’s consisted of two bamboo tubes and framed with bamboo frame. In the beginning angklung tuned to traditional pentatonic scale salendro, used as local Sundanese culture for ceremony or musician. In ancient times angklung used in paddy ceremony for thanking to God of rice Goddess Sri that has given her mercy of great land. And the later ceremony is to entertain a boy who passed circumcisin to mature age (khitan). Today angklung tuned to diatonic scale and can be played in all song as melody, harmonic rhythm and bass. Angklung is originally from West Java and Banten. On November 18, 2010 angklung designated as Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity by UNESCO. It means angklung belong to everyone who lives in the world without translate it name Angklung. Angklung has several type according to function there are Angklung Buhun, Angklung Buncis, Angklung Dogdog lojer, Angklung Gubrag and other names of angklung. An...