Langsung ke konten utama

Pemenang Lomba Gambar "Permainan Tradisional" Festival Kaulinan Barudak Baheula -14 Desember 2008-

Kategori A (PG & TK)
  1. Allya Adzikra A - TK Tridaya, Cimahi
  2. Didit Anandita Kusuma Nugraha - PG Uswatun Hasanah, Cimahi
  3. Alvalia Laksmi Maheswari L - TK AL Azhar Syifa Budi, Bandung Barat

Kategori B (1, 2, 3 SD)
  1. Seruni Musfira - SD AL Irsyad Satya Islamic School, Kota Baru Parahyangan
  2. Salma Afifah Zahira - SD AL Irsyad Satya Islamic School, Kota Baru Parahyangan
  3. Fatimah Aulia Zahra - SD Batujajar, Bandung Barat

Kategori C (4, 5, 6 SD)
  1. Dara Ayu Putu - SD Mutiara Bunda, Bandung
  2. Dara - SD Kertasari, Bandung Barat
  3. Arga Pratyaksa - SD Mustopo, Bandung
Selamat kepada para pemenang lomba lukis dengan tema permainan tradisional pada tanggal 14 Desember 2008 dalam rangkaian kegiatan pada Festival Kaulinan Barudak Baheula (14-21 Desember 2008) yang diselenggarakan oleh Bale Seni Barli-Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kab.Bandung Barat, Jawa Barat. Bekerjasama dengan PT. Gamma Paintindo, sedangkan para juri lomba gambar berasal dari Ikatan Wanita Pelukis Indonesia (IWPI) Jawa Barat, PT. Gamma Paintindo dan Majalah Seni ARTI.

By Regina

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rincian Program Kunjungan ke Bale Seni Barli

Wisata Seni Bale Seni Barli  klik untuk  info via WA Bale Seni Barli Angklung Interaktif Foto Kegiatan di Bale Seni Barli Program Kunjungan Terpadu   (Puspa Iptek Sundial dan Bale Seni Barli) Durasi Kunjungan setiap lokasi Lokasi Kegiatan Durasi Bale Seni Barli Angklung Interaktif ± 30 menit Batik Ikat Celup ± 60 menit Kaos Ikat celup ± 90 menit Lukis Payung ± 90 menit Lukis Kaca ± 60 menit Lukis Gerabah ± 60 menit Lukis Kaos ± 90 menit Lukis Celengan ± 60 menit Lukis Wooden Toys ± 60 menit Lukis Tambur ± 60 menit Lukis Sepatu ± 90 menit Lukis Kanvas ± 90 menit Lukis Tas ± 90 menit Berkreasi dengan Tanah Lia

Sejarah Barli

Sejarah singkat tentang Barli KINI, di Bandung ada banyak bangunan-bangunan peninggalan zaman Belanda yang dilindungi Undang-Undang Cagar Budaya, agar tidak dirusak oleh masyarakat. Tapi, jika masyarakat ingin mengetahui apa dan bagaimana aktivitas orang-orang Belanda di Kota Bandung ketika itu, di museum mana kita bisa mendapatkan data-data tentang itu semua? DALAM bidang seni rupa misalnya, ada banyak kalangan kritikus seni rupa yang mengatakan bahwa perkembangan dan pertumbuhan seni rupa modern di Indonesia dimulai dari Bandung. Tapi soalnya kemudian, adakah di Bandung sebuah museum seni rupa yang bisa menjelaskan semua itu dengan tuntas? Pertanyaan semacam itu sangat mudah dijawab bahwa di Bandung ada Selasar Sunaryo Art Space, yang memamerkan karya-karya seni rupa kontemporer dari pelukis Sunaryo dan Museum Barli yang memamerkan karya-karya lukisan dari pelukis Barli Sasmitawinata, itu semua dibangun secara swadaya alias dari kocek para senimannya. Demikian juga dengan adanya

PAMERAN KARYA MENJELANG ANUGERAH BARLI

PAMERAN KARYA DRAWING “MENJELANG ANUGERAH BARLI” Galeri Soemardja ITB – Bandung 10 – 25 Agustus 2018 Oleh : Rizki A Zaelani (Kurator dan Pimpinan Galeri Soemardja) Barli Sasmitawinata sebagai pelukis, seniman, pendidik, dan pemerhati budaya dikenal sebagai sosok perintis dan pejuang kebudayaan yang dihormati, khususnya oleh aneka lapisan masyarakat kesenian dan warga umumnya di kota Bandung dan kota-kota besar lainnya di Jawa Barat. Perjuangan dan perintisan Barli Sasmitawinata dikukuhkan oleh pengalaman pendidikan dirinya yang matang serta `mendalam. Di kota Paris (Perancis) dan Amsterdam (Belanda), beliau mengecap pendidikan formal seni rupa di pusat-pusat pendidikan yang penting dan berwibawa ( Academie de la Grande Chaumiere , Paris serta Rijkakademie van beeldende kunsten , Amsterdam) yang menjadi salah satu pusat pendidikan yang melahirkan para seniman dunia pada masanya. Di tanah kelahirannya, Barli Sasmitawinta meneruskan serta mengembangkan pengetahuan mau